Informações:
Sinopse
BOX2BOX Podcast adalah podcast sepakbola yang akan bicara apa saja soal sepakbola dari segala penjuru, dari mulai liga-liga Eropa sampai aspek non-teknis di luar lapangan. Digawangi oleh award-winning presenter, Pangeran Siahaan bersama pundit ternama Justin Lhaksana dan jurnalis kawakan Tio Prasetyo, BOX2BOX memberikan semua yang anda butuhkan soal sepakbola.
Episódios
-
#65 The Lord of Stamford Bridge
01/03/2022 Duração: 01h10minKrisis Ukraina-Rusia berimbas ke Chelsea. Baru-baru ini, Roman Abramovich bilang bahwa dia ngelepas kepengurusan The Blues meski masih jadi pemilik klub London Barat itu. Nah, segala kerumitan urusan kepemilikan ini, termasuk dari mana kekayaan Abramovich berasal, dibahas lengkap oleh Jerry, Dex, Firzie, Rana, dan Rossi di episode kali ini. Gak ketinggalan juga review salah satu pertandingan 0-0 (dan harus diselesaikan lewat adu penalti 11-10) paling menarik antara Liverpool dan Chelsea di final Piala Liga Inggris. Konten: Kenapa Isra Mikraj jadi hari libur, ya? (00:49) What if: Kira-kira siapa pesepakbola yang seru kalau dibikin tanding tinju kayak Aldi Taher vs Vicky Prasetyo? (05:37) Ada banyak update dari konflik Ukraina-Rusia (12:44) Konsekuensi hukumannya buat Rusia di sepakbola (17:13) Banyak yang bilang FIFA dan UEFA punya standar ganda soal pemisahan politik dari sepakbola. Kenapa Rusia (ke Ukraina) dihukum sementara Israel (ke Palestina) dan Amerika Serikat (ke Timur Tengah) dibiarin aja? (20
-
#64 Antonio Conte: Too Big for Spurs?
25/02/2022 Duração: 01h08minSetelah kalah dari Burnley, Antonio Conte gak bisa nyembunyiin kekecewaannya. Dia bilang, jangan-jangan dia gak cukup bagus buat Tottenham Hotspur dan perlu ada assessment dari pihak klub terhadap dia. Gak ketinggalan, Conte juga bilang bahwa setelah gonta-ganti pelatih, Spurs masih gitu-gitu aja. Bareng Jerry, Dex, dan Rossi, persoalan Conte dan Spurs ini dibahas berbarengan dengan review-review dari laga 16 besar UCL tengah pekan ini. Konten: Apakah akan ada pengaruh krisis Ukraina-Rusia ke sepakbola? (04:04) Review babak 16 besar Liga Champions (10:48) Romelu Lukaku gak kunjung bagus performanya. Kai Havertz bisa jadi ujung tombak utama Chelsea? (11:45) Performa Dušan Vlahović di Juventus sejauh ini menunjukkan kalo dia sepadan sama hype-nya dan bisa jadi rekrutan terbaik di jendela transfer winter 2022 (24:35) Cara Atlético Madrid mendominasi laga melawan Man United tanpa menguasai bola (32:31) Parade penyelamatan kiper di laga Benfica 2-2 Ajax. Wajar karena Benfica—ternyata bukan Atlético—adal
-
Take-Ons #1 Harry Maguire: Bek Bagus atau Overrated?
23/02/2022 Duração: 23minTake-Ons adalah episode khusus di mana kami bakal nanya ke pandit-pandit mengenai take mereka terkait isu-isu sepakbola—entah yang terkini atau yang sifatnya timeless. Pendengar Box2Box juga boleh nanggepin dan kasih komentar di kolom komen Instagram atau reply Twitter. Di episode perdana ini, ada Firzie, Jerry, dan Rossi yang membahas: Ralf Rangnick, sebaiknya ganti kapten atau nggak? (01:52) Kalau diganti, memangnya siapa yang cocok? (02:53) Ngomong-ngomong soal Harry Maguire, dia ini overrated atau bek bagus? (03:55) Apakah adil menilai performa bek dari harga transfer mereka? (07:57) Mending mana: bek bisa bertahan tapi susah build-up atau bek pandai build-up tapi bertahannya gak terlalu bagus? (10:39) Manchester itu sekarang masih merah atau sudah biru? (13:37)
-
#63 Don’t Look Up: Manchester City Sudah Dekat
22/02/2022 Duração: 58minMungkin ada baiknya Liverpool dan Jürgen Klopp gak ‘look up’ dulu meskipun jarak dengan Manchester City sekarang udah dekat. Liverpool kayaknya mending fokus sama permainan mereka sendiri dulu. Yang jelas, persaingan antara City dan Liverpool masih jauh dari kata usai—terlebih mereka belum ketemu lagi di Premier League. Di episode kali ini, Jerry, Firzie, dan Rossi bakal ngebahas lengkap persaingan kedua tim ini, kekuatan dan kelemahan masing-masing tim, serta siapa yang paling berpeluang jadi juara.
-
#62 UCL, Gazprom, dan Power Play Rusia di Sepakbola
18/02/2022 Duração: 01h11minBersamaan dengan adanya konflik Rusia-Ukraina dan dimulainya babak 16 besar UCL, gak ada salahnya kalo kita bahas soal Gazprom yang jadi salah satu sponsor turnamen ini. Ternyata, hadirnya Gazprom sebagai sponsor menguak banyak hal buat dibahas, termasuk gimana power Rusia terhadap negara-negara Eropa dan kaitannya dengan sepakbola. Bareng Jerry, Dex, Firzie, dan Rossi semuanya dibahas lengkap. Gak ketinggalan juga bahasan soal kepindahan Pratama Arhan ke Tokyo Verdy dan review babak 16 besar UCL pekan ini. Konten: Kabar dari Firzie soal Sirkuit Mandalika (02:40) Kepindahan Pratama Arhan ke Tokyo Verdy (06:01) Penjelasan soal kehidupan di Tokyo dan Jepang dari Rossi. Ralat: Rossi belajar Bahasa Jepang 4 jam seminggu, bukan 2 jam, seperti yang dibilang di podcast. Kalo mau cepat lancar, Arhan kayaknya harus belajar lebih banyak daripada Rossi (15:40) Ada konflik apa sebenarnya di perbatasan Rusia-Ukraina? Seberapa besar potensi buat Perang Dunia III? Apa dampaknya buat Indonesia? (23:08) Salah satu area
-
#61 Roman Abramovich: Russia’s Favorite Son
15/02/2022 Duração: 01h05minGak kerasa, tahun ini Roman Abramovich sudah 19 tahun jadi pemilik Chelsea. Artinya, hampir dua dekade “Roman Empire” menguasai klub London Barat itu. Dengan waktu sepanjang itu, Abramovich sudah bikin Chelsea relatif konsisten dapat trofi dengan yang teranyar adalah Piala Dunia Antarklub. Bareng Jerry, Aun, dan Rossi, episode kali ini bakal bahas soal Abramovich serta perbandingannya dengan pemilik-pemilik klub lainnya. Konten: Bapak-bapak ngapain kalau hari Valentine? (01:10) Campaign Valentine dari PUMA dan cerita pendukung bola nge-date di hari pertandingan (07:01) Dari football yang lain, di mana timnya Stan Kroenke (Los Angeles Rams) juara Super Bowl LVI (11:30) Biarpun Amerika Serikat kapitalis, ternyata sistem olahraganya sebenarnya sosialis dan egaliter (17:12) Apakah kesuksesan Kroenke (pemilik Rams dan Arsenal) serta Glazers (Buccaneers dan Man United) di klub American football mereka bisa menular ke klub sepakbolanya? (20:56) Ngomong-ngomong soal pemilik klub, apakah Roman Abramovich meru
-
#60 Spotify: Full Speed Ahead Barcelona!
11/02/2022 Duração: 01h02minMenjelang akhir pekan, pembicaraan mengerucut ke Erik ten Hag (pilihan Ralf Rangnick) atau Mauricio Pochettino (pilihan para pemain) buat jadi manajer Manchester United selanjutnya. Namun bukan itu aja yang ramai. Dari kota di pantai Laut Mediterania, ada kabar kalau FC Barcelona bakalan sama kayak Box2Box Football, yaitu eksklusif di(sponsori) Spotify. Apakah ini deal yang bagus, terutama buat sponsor di jersei dan penamaan stadion? Semuanya dibahas tuntas bersama Dex, Jerry, dan Rossi. Konten: Meski Omicron, Liga 1 katanya lanjut terus supaya beres sebelum Idulfitri. (03:50) Merespons Oscar yang sudah ada nominasinya, kalau ada pemain bola yang pantas dibikinkan film, siapa itu? (15:25) Ada update dari kasus Kurt Zouma. (20:54) Bahasan hasil-hasil imbang (di tengah pekan Premier League). Jadi, imbang itu “gagal menang” atau “menghindari kekalahan”? (25:38) Manajer Man United berikutnya: Ten Hag atau Pochettino? (29:45) Bit komentator favoritnya Rossi. (38:41) Spotify dikabarkan akan jadi
-
Bung2Bung Football #2
09/02/2022 Duração: 15minRangkuman berita sepakbola (semoga) mingguan bersama Bung Rana dan Bung Rin, bukan Bungkus, apalagi Bungacitralestari. Di edisi kedua ini, Bung Rin membahas salah satu pemain dari klub jagoannya, West Ham United, yaitu Kurt Zouma, yang kedapatan menyepak dan memukul kucing. Selain itu, bersama Bung Ran juga kami berdiskusi soal kelakuan warganet sepakbola Indonesia yang gampang banget kemakan isu (soal Pratama Arhan ke Lazio) dan contekan arah tendangan lawan yang hampir selalu muncul ketika adu penalti.
-
#59 Cinema La Liga
08/02/2022 Duração: 01h10minMumpung gak ada Dex, kami membuka episode ini dengan ngomongin Dex. Repotnya, meski orangnya gak ada, dia tetap menitipkan tebak-tebakan yang dijawab dengan malas-malasan oleh Jerry, Aun, dan Rossi. Selain ngebahas soal Marc Overmars yang mundur karena ngirim pesan-pesan tidak senonoh ke kolega perempuan (15:00), kami juga ngebahas yang kemarin ramai diperbincangkan: Camera-work La Liga yang berhasil ngasih sentuhan sinematik ke tayangan live mereka (17:54). Gak ketinggalan, ada bahasan final AFCON yang jadi “momen penebusan” buat Aliou Cissé yang berhasil bawa Senegal juara (24:24) juga ikut diangkat. Sementara di atas lapangan, laga Senegal vs Mesir itu bukan cuma Sadio Mané vs Mohamed Salah, melainkan juga duel dua kiper anti-mainstream Afrika (32:10). Dengan kegagalan Mesir ini, muncul pertanyaan: Apakah Salah di Mesir sama kayak Messi di Argentina? Dari Eropa (tapi bukan Eropa daratan), ada bahasan soal Piala FA, termasuk tersingkirnya Manchester United dari “klub tengah” alias Middlesbrough (43:28). Kal
-
#58 The Eternals: Para Pemain yang Menolak Tua
04/02/2022 Duração: 49minBaru-baru ini, dunia American Football (terkhusus NFL) kedatangan berita besar dengan pensiunnya Tom Brady di usia 44 tahun (24:00). Brady pensiun dengan status sebagai GOAT karena ngoleksi 7 ring juara Super Bowl. Eh, tapi di sepakbola juga banyak, sih, pemain yang milih pensiun waktu udah kepala empat atau malah gak pensiun-pensiun (27:55). Contohnya aja Gianluigi Buffon, Kazuyoshi Miura, dan di Indonesia ada banyak. Selain pembahasan soal status GOAT itu dapetnya dari mana (26:26), apakah ada yang bisa menjadi GOAT baru setelah GOAT yang lama pensiun, dan tips longetivity pemain (36:11), Dex, Jerry, dan Rossi juga ngegosipin Ryan Giggs (36:42) dan John Terry yang sekarang main NFT dan jadi calo (39:12). Episode ini juga (kembali) membahas kasus kekerasan terhadap perempuan, dimulai dari klarifikasi kami soal kesalahpahaman terkait asas praduga tak bersalah (07:00), Mason Greenwood yang card-nya dihapus dari FIFA (09:20), kasus ini yang sebaiknya gak dijadikan banter-banteran, apalagi ada kasus serupa dari
-
#57 Dari Greenwood Jadi Deadwood
01/02/2022 Duração: 01h04minAda banyak hal yang ramai di Tahun Baru Imlek ini (09:18). Paling ramai tentu aja kasus kekerasan fisik dan pemerkosaan dari Mason Greenwood (14:00). Pemain muda yang punya attitude jelek kayak Greenwood ini “to soon to rise to fame” padahal mereka masih dalam masa-masa pembentukan jati diri, jadi butuh pendampingan dari klubnya (22:40). Meski cenderung terkenal dan punya banyak duit, pesepakbola memang bukan manusia sempurna, ini karena level pendidikan mereka terpinggirkan. Mungkin kita bisa belajar dari Amerika Serikat di mana kalau mau jadi atlet, seenggaknya harus kuliah (28:49). Masalah ini bukan cuma tersoroti di kasus kekerasan seksual yang jelas-jelas kriminal, melainkan juga pada sikap mereka terkait protokol pandemi (32:23). Yah, kalau di luar lapangan mereka memang bukan pesepakbola, mereka juga berbaur dengan masyarakat. Hukum buat masyarakat berlaku juga buat mereka (35:20). Selain kasus Greenwood the Deadwood, Dex, Jerry, dan Rossi juga bahas soal hak siar Premier League di Indonesi
-
#56 Piala Afrika dan White Savior Syndrome
28/01/2022 Duração: 01h11minPresiden FIFA, Gianni Infantino, bilang kalo Afrika harus dikasih harapan, kesempatan, dan martabat... dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2 tahun sekali. Lah. Maksudnya apaan, sih? Banyak amat sentimen negatif kalo bahas Afrika (dan juga Asia), bukan cuma di sepakbola. Di episode ini, Dex, Firzie, Jerry, dan Rossi ngebahas itu semua, dimulai dengan kasus Bupati Langsat yang huruf L cocoknya diganti sama B (04:18), kemudian bahas isu transfer tipis-tipis (06:21), termasuk Anthony Martial ke Sevilla (09:07), dan lanjut ke bahasan yang jadi bridging utama episode ini: AFCON (16:39). Kenapa ada sentimen negatif ke sepakbola Afrika, termasuk Rossi dan Jerry yang gak tahu ada negara namanya Komoro (17:30). Ternyata, salah satu faktor yang bikin media-media lebih suka naikkin berita negatif dari Afrika adalah geolocate (20:34). Namun sebenarnya di Afrikanya sendiri terbagi-bagi "kelas"-nya, ini makanya Afrika Utara dan Afrika Barat lebih berjaya di sepakbola (26:58). Lagian kalau narik aspek sejarah, itu semua terpe
-
#55 Home Is Where the Heart Is
25/01/2022 Duração: 01h06minBanyak pemain gak langsung bisa nyetel dengan klub barunya. Biasanya, ada beberapa faktor, mulai dari adaptasi dengan lingkungan baru, sistem atau taktik, rekan setim, hingga ada problem kebugaran. Sergio Ramos, yang baru aja bikin gol buat PSG, adalah salah satunya (49:27). Selain Ramos, ada juga Lionel Messi yang belum kelihatan spektakuler di klub barunya (54:26). Bareng Jerry, Adiyani, dan Rossi, episode kali ini bakal bahas soal gimana banyaknya pemain kesulitan beradaptasi dengan klub baru. Selain itu, episode kali ini juga bahas soal sepakbola perempuan (02:05); Man City yang masih unggul 9 poin di puncak klasemen Premier League (13:00); kapan Man City bakalan beli penyerang? Memangnya perlu? (17:48); Alisson Becker dipuji Klopp dan peran kiper-kiper di klub papan atas (24:13); kenapa Antonio Conte masih belum bisa mengubah Spurs sebagai choker? (28:39); Arsenal is being Arsenal (32:01); serta Man United yang menang lawan West Ham tapi malah bikin banyak perdebatan, mulai soar VAR, onside/offside, dan
-
#54 Don't Fall in Love with Loan Players
21/01/2022 Duração: 01h06minKebetulan FIFA baru punya aturan baru soal peminjaman pemain, beberapa pemain pinjaman bisa punya first impression yang bagus. Salah satunya Philippe Coutinho di Aston Villa. Namun, semua pemain pinjaman yang berhasil itu—mulai dari Henrik Larsson, Amr Zaki, Carlos Tevez, Joe Willock, Jesse Lingard, sampai Coutinho—jangan lantas bikin para fan jatuh cinta. Bahaya kalau sudah kesemsem sama pemain pinjaman. Begitu pergi, dirindukan. Tapi pas dipermanenkan, malah bisa jadi cupu. Episode bersama Aun, Dex, Jerry, dan Rossi ini dibuka dengan kuis bertema ibu kota Amerika Selatan dan AFCON (01:53). Lewat kuis ini, kita jadi tahu kalau pemain Eropa memang pada banyak yang dipanggil ke AFCON, terutama dari Perancis (08:30). Ngomong-ngomong soal AFCON, apa benar mainnya selevel "kebupaten" (10:30)? Siapa the next big players dari AFCON (15:29)? Apa itu yang bikin banyak pemain Afrika main tarkam di Indonesia (20:25)? Gak ketinggalan juga kalau bahas Afrika adalah jersei-jersei nyentrik mereka (25:20). Namun
-
#53 Ibu Kota Bukan Juara Sepakbola
18/01/2022 Duração: 51minGak banyak klub ibu kota kayak Real Madrid yang benar-benar berjaya di sepakbola. Lantas, gimana nasib Nusantara alias nama ibu kota baru Indonesia (13:55)? Apa nanti bakalan punya klub bola juga? Apa benar klub dari Ibukota gak selalu bagus di sepakbola (24:19)? Kenapa kira-kira klub ibu kota sulit berjaya (28:09)? Namun sebelum bahas Nusantara dan ibu kota, Jerry, Rossi, dan Dex terlebih dulu ngobrolin Robert Lewandowski yang berhasil jadi pemain terbaik dunia versi FIFA. Apakah ini cara FIFA buat menyenangkan hati publik (08:21)? Gimana dengan pemain-pemain lain kayak Mohamed Salah yang gak menang apa-apa, Edouard Mendy dan Alexia Putellas yang jadi kiper dan pemain terbaik tapi gak masuk best XI (10:36), serta Cristiano Ronaldo yang dapet special award? Kadang FIFA memang suka gak jelas. Pada segmen review, kami juga bahas beberapa topik menarik: Kekalahan 0-1 Chelsea dari Man City bisa aja bikin perebutan gelar juara Premier League berakhir di bulan Januari (40:00), Man United kebobolan jadi 2-2 lawan As
-
#52 It Wasn't Red, Wasit?
13/01/2022 Duração: 01h13minMaafkan Jerry yang suaranya “habis” karena kebanyakan jadi komentator. Pertandingan sepak takraw aja disikat sama Jerry (plus Aun dan Tio juga). Tapi mending sepak takraw daripada sepak sesajen (07:14). Dasar, kelakuan. Namun, kelakuan paling aneh pekan ini tentu dari wasit (13:55). Iwan Sukoco bikin kontroversi di Liga 1. Eh, belum sempat ramai dibahas, ada wasit Zambia di Piala Afrika yang bikin kelakuan lebih aneh: niup peluit panjang di menit ke-86 (14:30). Di jagad sepakbola yang bikin para fan terpecah, kejadian wasit bapuk malah jadi momen pemersatu (19:53). Sebuah ironi. Ini wajar mengingat beberapa wasit dianggap bias (22:13). Namun, memangnya beneran bias? Kayaknya yang bias itu fan, bukan wasit (24:20). Di sepakbola sekarang memang sulit menghindari bias. Kalau nyambungin ke jendela transfer, bias paling umum adalah soal gimana cara kita memandang pemain mahal (30:57). Lah, padahal harga mahal pemain itu bukan salah pemain, melainkan salah klub yang jual dan klub yang mau aja beli (35:14). Ngomong-
-
#51 Scott McTominay, ‘Budak Korporat’ Berdedikasi
11/01/2022 Duração: 47minScott McTominay boleh punya gaji kecil, tapi dia gak jarang ngasih kontribusi positif buat Manchester United. Teranyar, dia bikin gol tunggal yang ngebawa United lolos ke babak keempat Piala FA. Selain ngebahas performa McTominay dan kelemahan-kelemahan Man United, episode kali ini juga gak lupa bahas soal akuisisi The Athletic oleh New York Times dan Piala Afrika. Bareng Rana, Firzie, dan Rossi, episode ini ngangkat Piala Afrika dari mulai persoalan anggapan turnamen yang mengganggu kompetisi klub Eropa, peta benua Afrika yang merepresntasikan pandangan kolonialisme orang-orang Eropa, stereotipe pemain-pemain Afrika yang dianggap cuma modal fisik, pemain-pemain Afrika yang stylish dan technical, serta soal civil unrest di Kamerun.
-
#50 Susahnya Jadi Pengabdi Setan
07/01/2022 Duração: 55minKetika nomor 41-nya Dallas Mavericks dipensiunkan, nomor 41-nya Ansan Greeners (Asnawi Mangkualam) diperpanjang kontraknya (07:03). Ini kabar baik buat pecinta sepakbola Indonesia. Yang bukan kabar baik adalah buat para pengabdi Setan (Merah) yang lagi gak harmonis padahal sudah ganti pelatih (11:38). Katanya, ruang ganti kepecah jadi beberapa kelompok, banyak pemain gak percaya sama metode Rangnick, dan Man United terancam eksodus sampai 11 pemain (21:35). Siapa aja itu? Di sisi lain, di jendela transfer musim dingin ini, Newcastle United lagi on the way kedatangan beberapa pemain meski masih berjuang di zona Champhions..hip (30:44). Kieran Trippier dkk bakalan langsung nyetel gak? Soalnya biasanya winter transfer itu lebih gatot hasilnya dibanding summer transfer (32:22). Kenapa bisa gitu, ya? Seringnya transfer musim dingin cuma buat quick fix, apalagi kalau ada banyak pemain cedera dan, khusus tahun ini, pemain yang pergi ke Piala Afrika (37:21). Quick fix ini makin dibutuhkan karena di Desember-Januari b
-
#49 Juara Gak Cuma Soal Bakat
03/01/2022 Duração: 01h08minApakah Anda pernah berada di posisi sebagai underdog di dalam hidup? Coach Ardy, Pak Dubes Aun, dan Dex tentu pernah merasa jadi underdog. Status underdog ini juga disematkan kepada Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 (11:10). Bahkan, Coach Shin Tae-yong juga mengakuinya. By the way, kata Aun, STY ternyata punya banyak haters, lho (18:30). Terkait keramaian pas Indonesia kalah di leg pertama dari Thailand, ada warganet yang bilang bahwa Indonesia sebaiknya mengakui saja bahwa memang gak berbakat di dunia sepakbola. Memangnya benar gak, sih, kalau buat jadi juara, Timnas Indonesia mesti diisi pemain-pemain berbakat? (27:38) Terus gimana ceritanya sama sistem pendidikan pemain, fasilitas, dan jumlah pelatih (36:11)? Semuanya dibahas lengkap! Gak ketinggalan, di segmen kedua juga kami membahas dua laga Premier League: Pertama, Arsenal 1-2 Man City yang nunjukkin kualitas buruk wasit Inggris (41:38), kenapa Arsenal kayaknya selalu dirugikan wasit (46:10), sekaligus Pep Guardiola yang punya game management mumpuni
-
#48 Football Actually: Sebuah Kaleidoskop 2021
31/12/2021 Duração: 49minApa aja momen penting yang terjadi sepanjang tahun 2021? Semuanya dibahas lengkap dari mulai Januari sampai Desember, bersama skuad lengkap Box2Box Football pula: Jerry, Dex, Aun, Rossi, plus ada Parama (editor), Ervirdi (penulis), Indra (desainer grafis), sama Ranaditya (CEO) juga mampir. Tahun 2021 masih dipenuhi isu pandemi (04:00), tapi Indonesia punya banyak prestasi di dunia olahraga (12:50), termasuk kembali dimulainya Liga Indonesia (17:03) dan banyak tokoh masyarakat yang punya klub bola (19:51). Sementara dari sepakbola luar negeri (25:48), ada Super League yang sempat bikin gaduh (28:29), Chelsea juara Liga Champions (29:50), Euro 2020 dengan insiden Christian Eriksen-nya (33:40), perpindahan Lionel Messi ke PSG dan Cristiano Ronaldo ke Man United (37:54), kemenangan Sheriff atas Real Madrid (40:13), Ole out (42:38), dokter gadungan di Liga Indonesia (43:09), terus ada COVID-19 outbreak lagi di Premier League (46:23), dan ditutup pidato singkat dari CEO (49:00).